• Media Smart Software

    Media Smart Software adalah konsultan IT sekaligus penyedia software komputer.

  • Jadwal Pelajaran

    Jadwal Pelajaran

  • Petani Pintar

    Petani Pintar

  • Petani Pintar

    Petani Pintar

Showing posts with label Tutorial Android. Show all posts
Showing posts with label Tutorial Android. Show all posts

Mengganti Icon Aplikasi Project di Android Studio

Icon pada sebuah aplikasi sangat diperlukan untuk membedakan aplikasi yang satu dengan yang lainnya. Demikian pula jika kita membuat apliaksi pada android, agar tidak membingungkan pengguna alangkah baiknya kita mempersiapkan “sesuatu” yang mudah diingat oleh pengguna, salah satunya dengan memberikan icon pada aplikasi android yang akan kita buat.

Secara default Android Studio sudah memasukan icon pada project yang kita buat,Gimana jadinya kalau semua orang yang mengembangkan aplikasi android menggunakan android studio dan tidak merubah default icon yang di masukan oleh android studio ? mungkin android yang kita gunakan tidak akan berwarana hanya ada sekumpulan icon berlogo kepala robot hijau. Maka dari itu disini gua akan coba sedikit sharing Cara Mengganti Icon Aplikasi Project di Android Studio.

Langkah-langkahnya :

Tambahkan Gambar yang ingin digunakan kedalam Project















'




Disini kita akan menambahkan gambar/icon yang akan kita gunakan kedalam project yang sudah kita buat di android stuido, Dengan cara klik kanan pada folder app di project yang kita buat, lalu plih New dan terakhir pilih Image Asset. 




















Pada jendela pengaturan image asset
– Pilih Laucher Icon.
– Berikan nama gambar agar memudahkan kita saat melakukan pemanggilan gambar tersebut.
– Asset Type pilih Image karena kita akan menggunakan gambar untuk dijadikan icon.




















– Silahkan kalian cari gambar yang kalian ingin jadikan icon aplikasi pada bagian path.




















– Setelah muncul gambar yang telah kita pilih sialhkan klik next.



















– Untuk bagian ini tidak ada yang perlu kita atur jadi langsung klik finish.

Memanggil Gambar kedalam Project

Setelah kita menambahkan gambar yang kita ingin jadikan icon aplikasi, sekarang kita akan memanggilnya kedalam project, bukan memanggil sih lebih tepatnya mengganti gambar icon yang sudah disediakan oleh Android Studio dengan gambar yang kita inginkan.


















Masuk kedalam android manifest.xml lalu perhatikan gambar diatas, disana terdapat code
android:icon=”mipmap/ic_launcher“, dan ganti tulisan berwarna merah dengan nama gambar yang sudah kita tambahkan sebelumnya. Pada kasus gua ini gua menggunakan nama icon_launcher jadi kita ganti baris kode diatas menjadi android:icon=”mipmap/icon_launcher“.
*Untuk dapat melihat hasilnya kalian dapat melihatnya setelah menjadikan project kalian dalam bentuk apk nanti.



 

 

 










Share:

Arsitektur OS Android

Android dibangun dengan menggunakan asas object oriented, dimana elemen-elemen penyusun sistem operasinya berupa objek yang dapat kita gunakan kembali/reusable. Agar bisa membuat aplikasi dengan baik, tentunya kita harus mengetahui arsitektur OS Android beserta elemen elemennya.

Gambar dibawah merupakan skema pembagian elemen pada arsitektur Android. Secara garis besar arsitektur android terdiri dari empat layer komponen, yaitu:

Layer Applications dan Widget
Inilah layer pertama pada OS Android, biasa dinamakan layer Applications dan Widget. Layer ini merupakan layer yang berhubungan dengan aplikasi-aplikasi inti yang berjalan pada Android OS.  Seperti klien email, program SMS, kalender, browser, peta, kontak, dan lain-lain. Semua aplikasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa Java. Apabila kalian membuat aplikasi, maka aplikasi itu ada di layer ini.

Layer Applications Framework
Applications Framework merupakan layer dimana para pembuat aplikasi menggunakan komponen-komponen yang ada di sini untuk membuat aplikasi mereka. Beberapa contoh komponen yang termasuk di dalam Applications Framework adalah sebagai berikut:
  1. Views
  2. Content Provider
  3. Resource Manager
  4. Notification Manager
  5. Activity Manager
Layer Libraries
Libraries merupakan layer tempat fitur-fitur android berada. Pada umumnya libraries diakses untuk menjalankan aplikasi. Beberapa library yang terdapat pada android diantaranya adalah libraries Media untuk memutar media video atau audio, libraries untuk menjalankan tampilan, libraries Graphic, libraries SQLite untuk dukungan database, dan masih banyak library lainnya.

Android RunTime
Android RunTime merupakan layer yang membuat aplikasi android bisa dijalankan. Android RunTime dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a) Core Libraries : berfungsi untuk menerjemahkan bahasa Java/C
b) Dalvik Virtual Machine : sebuah mesin virtual berbasis register yang dioptimalkan untuk menjalankan fungsi-fungsi pada Android secara efisien.

Linux Kernel
Linux Kernel merupakan layer tempat keberadaan inti dari operating system android. Layer ini berisi file-file system yang mengatur system processing, memory, resource, drivers, dan sistem android lainnya. Inilah yang membuat file sistem pada Android mirip dengan file sistem pada sistem operasi berbasis Linux. Kernel yang digunakan adalah kernel Linux versi 2.6, dan versi 3.x pada Android versi 4.0 ke atas. Kernel ini berbasis monolithic.

Itulah sdikit gambaran tentang Android arsitektur. Lantas apa yang dimaksud dengan reusable di sini? Reusable berarti komponen-komponen yang ada pada aplikasi Android bisa kita pakai ketika kita membutuhkannya. Khususnya komponen-komponen pada layer pertama dan kedua. Misalnya kita ingin membuat sebuah web browser sederhana, maka kita hanya perlu menginstanstiasi kelas WebKit browser yang berfungsi untuk menampilkan web page
Share:

Kode Rahasia Hp Android


Ponsel Android sekarang memang lagi populer, beberapa vendor berlomba-lomba menelurkan produk android unggulan nya. nah seperti ponsel lainya ternyata Android juga mempunyai Kode Rahasia loh,.. namun Kode rahasia ini harus dipraktekan oleh kamu yang sudah paham betul tentang Android. karena jika kamu pengguna awal alias pemula kemungkinan salah input akan mempengaruhi kinerja Android kesayangan kamu.

Android Secret Code Berikut adalah kode rahasia tersembunyi yang dapat digunakan pada ponsel Google Android OS ( hanphone android dengan system operasi android ), akses ke hal-hal yang tidak dapat diakses secara default.

Share:

Cara Root Samsung Galaxy Pocket S5300


Cara Root Samsung Galaxy Pocket S5300


Cara root Samsung Galaxy Pocket S5300. Galaxy Pocket adalah ponsel besutan Samsung dengan ukuran mungil. Ukuran layar Galaxy Pocket S5300 hanya sebesar 2,8 inch, dan untuk OS nya menggunakan Android 2.3 Gingerbread. Cara root Samsung Galaxy Pocket S5300 ini hampir sama dengan root Galaxy Mini.

Samsung Galaxy Pocket

Langkah-langkah Root Samsung Galaxy Pocket S5300 :

1. Download Update.zip disini
2. Simpan file Update.zip di SD Card
3. Matikan ponsel
4. Masuk ke Menu Recovery dengan cara tekan dan tahan Tombol Volume Atas + Tombol Home + Power
5. Kemudian pilih menu Apply Update From SD Card dan arahkan pada fileUpdate.zip di SD Card
6. Setelah proses root selesai, kembali ke menu awal dan pilih Reboot Now. Selamat, ponsel Samsung Galaxy Pocket S5300 anda telah berhasil di Root

Sedangkan untuk Unroot Samsung Galaxy Pocket S5300 adalah sebagai berikut :

1. Download Unroot.zip disini
2. Simpan file Unroot.zip di SD Card
3. Matikan ponsel
4. Masuk ke Menu Recovery dengan cara tekan dan tahan Tombol Volume Atas + Tombol Home + Power
5. Kemudian pilih menu Apply Update From SD Card dan arahkan pada fileUnroot.zip di SD Card
6. Setelah proses root selesai, kembali ke menu awal dan pilih Reboot Now. Dan ponsel Samsung Galaxy Pocket S5300 anda telah berhasil di Unroot, kembali seperti kondisi ketika belum di root. 
Share:
Powered by Blogger.

Online

files

Mengenai Saya

Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail