• Media Smart Software

    Media Smart Software adalah konsultan IT sekaligus penyedia software komputer.

  • Jadwal Pelajaran

    Jadwal Pelajaran

  • Petani Pintar

    Petani Pintar

  • Petani Pintar

    Petani Pintar

Showing posts with label Android. Show all posts
Showing posts with label Android. Show all posts

Tutorial Mengirim SMS dengan Android Studio

Saat ini sudah banyak aplikasi Android yang menggunakan fitur SMS atau pesan singkat untuk berbagai keperluan, salah satu yang sering ditemui misalnya sebagai sarana verifikasi pengguna.  OS Android sendiri, karena mempunyai tingkat modularitas yang tinggi, sudah menyediakan interface dan kelas tertentu yang bisa kita gunakan apabila kita ingin mengintegrasikan layanan SMS ke dalam aplikasi yang kita buat.

Untuk dapat mengirim SMS lewat aplikasi Android buatan kita, ada tiga cara yang dapat dilakukan, yaitu menggunakan SMSManager, menggunakan smsto URI, dan menggunakan SMSView intent. Perbedaan di antara ketiga method tersebut akan dijelaskan di bawah ini :

Menggunakan SMSManager
Metode yang pertama adalah dengan menggunakan SMSManager, yaitu sebuah class khusus yang ada di OS Android yang dikhususkan untuk mengakses fitur-fitur SMS di Android. Kita bisa menggunakan kelas tersebut untuk mengirim sebuah SMS ke nomor yang dituju. Ketika menggunakan SMSManager, SMS akan langsung dikirim dari dalam aplikasi kita, tanpa membutuhkan aplikasi SMS lain. Kodenya kurang lebih sebagai berikut :

 

public void sendSmsBySIntent() {
    // menambahkan phone number ke URI data
    Uri uri = Uri.parse("smsto:" + phoneNumber.getText().toString());
    // membuat intent baru dengan ACTION_SENDTO
    Intent smsSIntent = new Intent(Intent.ACTION_SENDTO, uri);
    // menambahkan isi SMS pada field sms_body
    smsSIntent.putExtra("sms_body", smsBody.getText().toString());
    try{
        startActivity(smsSIntent);
    } catch (Exception ex) {
        Toast.makeText(MainActivity.this, "Pengiriman SMS Gagal...",
                Toast.LENGTH_LONG).show();
        ex.printStackTrace();
    }
}

Bisa dilihat, kode di atas sangatlah simple, kita hanya perlu memanggil satu method sendTextMessage(), dan kemudian memberikan parameter berupa nomor telepon tujuan, nomor telepon pengirim, isi SMS, intent yang akan dieksekusi apabila SMS berhasil terkirim/gagal, dan intent yang akan dieksekusi apabila SMS telah diterima. Namun untuk tutorial ini kita hanya perlu mengisikan nomor telepon tujuan, dan isi SMS saja.

Menggunakan Send To Intent
Yang kedua adalah dengan menggunakan Intent Send To:

 
public void sendSmsBySIntent() {
    // menambahkan phone number ke URI data
    Uri uri = Uri.parse("smsto:" + phoneNumber.getText().toString());
    // membuat intent baru dengan ACTION_SENDTO
    Intent smsSIntent = new Intent(Intent.ACTION_SENDTO, uri);
    // menambahkan isi SMS pada field sms_body
    smsSIntent.putExtra("sms_body", smsBody.getText().toString());
    try{
        startActivity(smsSIntent);
    } catch (Exception ex) {
        Toast.makeText(MainActivity.this, "Pengiriman SMS Gagal...",
                Toast.LENGTH_LONG).show();
        ex.printStackTrace();
    }
}

Dengan menggunakan Intent SENDTO, kita akan mengirim SMS menggunakan aplikasi eksternal. Apabila terdapat lebih dari 1 aplikasi SMS pada handphone (misal, Hangouts, SMS), maka kita akan diberikan pilihan aplikasi yang digunakan untuk mengirim SMS. Namun apabila hanya ada satu aplikasi SMS di HP, maka kita akan langsung masuk ke default SMS aplikasi di Android dan mengirim SMS dari sana.

Menggunakan VIEW Intent
Cara yang ketiga adalah menggunakan VIEW Intent, hampir sama dengan cara nomor 2. Hanya saja dengan menggunakan View Intent kita akan langsung diarahkan ke aplikasi SMS default kepunyaan Android, dan kemudian mengirim SMS dari situ.

 

public void sendSmsByVIntent() {
 
    Intent smsVIntent = new Intent(Intent.ACTION_VIEW);
    // hanya akan membuka aplikasi SMS/MMS default di Android
    smsVIntent.setType("vnd.android-dir/mms-sms");
 
    // menambahkan nomor telepon dan isi SMS otomatis
    smsVIntent.putExtra("address", phoneNumber.getText().toString());
    smsVIntent.putExtra("sms_body", smsBody.getText().toString());
    try{
        startActivity(smsVIntent);
    } catch (Exception ex) {
        Toast.makeText(MainActivity.this, "Pengiriman SMS Gagal...",
                Toast.LENGTH_LONG).show();
        ex.printStackTrace();
    }
 
}
Share:

Mengganti Icon Aplikasi Project di Android Studio

Icon pada sebuah aplikasi sangat diperlukan untuk membedakan aplikasi yang satu dengan yang lainnya. Demikian pula jika kita membuat apliaksi pada android, agar tidak membingungkan pengguna alangkah baiknya kita mempersiapkan “sesuatu” yang mudah diingat oleh pengguna, salah satunya dengan memberikan icon pada aplikasi android yang akan kita buat.

Secara default Android Studio sudah memasukan icon pada project yang kita buat,Gimana jadinya kalau semua orang yang mengembangkan aplikasi android menggunakan android studio dan tidak merubah default icon yang di masukan oleh android studio ? mungkin android yang kita gunakan tidak akan berwarana hanya ada sekumpulan icon berlogo kepala robot hijau. Maka dari itu disini gua akan coba sedikit sharing Cara Mengganti Icon Aplikasi Project di Android Studio.

Langkah-langkahnya :

Tambahkan Gambar yang ingin digunakan kedalam Project















'




Disini kita akan menambahkan gambar/icon yang akan kita gunakan kedalam project yang sudah kita buat di android stuido, Dengan cara klik kanan pada folder app di project yang kita buat, lalu plih New dan terakhir pilih Image Asset. 




















Pada jendela pengaturan image asset
– Pilih Laucher Icon.
– Berikan nama gambar agar memudahkan kita saat melakukan pemanggilan gambar tersebut.
Asset Type pilih Image karena kita akan menggunakan gambar untuk dijadikan icon.




















– Silahkan kalian cari gambar yang kalian ingin jadikan icon aplikasi pada bagian path.




















– Setelah muncul gambar yang telah kita pilih sialhkan klik next.



















– Untuk bagian ini tidak ada yang perlu kita atur jadi langsung klik finish.

Memanggil Gambar kedalam Project

Setelah kita menambahkan gambar yang kita ingin jadikan icon aplikasi, sekarang kita akan memanggilnya kedalam project, bukan memanggil sih lebih tepatnya mengganti gambar icon yang sudah disediakan oleh Android Studio dengan gambar yang kita inginkan.


















Masuk kedalam android manifest.xml lalu perhatikan gambar diatas, disana terdapat code
android:icon=”mipmap/ic_launcher, dan ganti tulisan berwarna merah dengan nama gambar yang sudah kita tambahkan sebelumnya. Pada kasus gua ini gua menggunakan nama icon_launcher jadi kita ganti baris kode diatas menjadi android:icon=”mipmap/icon_launcher.
*Untuk dapat melihat hasilnya kalian dapat melihatnya setelah menjadikan project kalian dalam bentuk apk nanti.



 

 

 










Share:

Arsitektur OS Android

Android dibangun dengan menggunakan asas object oriented, dimana elemen-elemen penyusun sistem operasinya berupa objek yang dapat kita gunakan kembali/reusable. Agar bisa membuat aplikasi dengan baik, tentunya kita harus mengetahui arsitektur OS Android beserta elemen elemennya.

Gambar dibawah merupakan skema pembagian elemen pada arsitektur Android. Secara garis besar arsitektur android terdiri dari empat layer komponen, yaitu:

Layer Applications dan Widget
Inilah layer pertama pada OS Android, biasa dinamakan layer Applications dan Widget. Layer ini merupakan layer yang berhubungan dengan aplikasi-aplikasi inti yang berjalan pada Android OS.  Seperti klien email, program SMS, kalender, browser, peta, kontak, dan lain-lain. Semua aplikasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa Java. Apabila kalian membuat aplikasi, maka aplikasi itu ada di layer ini.

Layer Applications Framework
Applications Framework merupakan layer dimana para pembuat aplikasi menggunakan komponen-komponen yang ada di sini untuk membuat aplikasi mereka. Beberapa contoh komponen yang termasuk di dalam Applications Framework adalah sebagai berikut:
  1. Views
  2. Content Provider
  3. Resource Manager
  4. Notification Manager
  5. Activity Manager
Layer Libraries
Libraries merupakan layer tempat fitur-fitur android berada. Pada umumnya libraries diakses untuk menjalankan aplikasi. Beberapa library yang terdapat pada android diantaranya adalah libraries Media untuk memutar media video atau audio, libraries untuk menjalankan tampilan, libraries Graphic, libraries SQLite untuk dukungan database, dan masih banyak library lainnya.

Android RunTime
Android RunTime merupakan layer yang membuat aplikasi android bisa dijalankan. Android RunTime dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a) Core Libraries : berfungsi untuk menerjemahkan bahasa Java/C
b) Dalvik Virtual Machine : sebuah mesin virtual berbasis register yang dioptimalkan untuk menjalankan fungsi-fungsi pada Android secara efisien.

Linux Kernel
Linux Kernel merupakan layer tempat keberadaan inti dari operating system android. Layer ini berisi file-file system yang mengatur system processing, memory, resource, drivers, dan sistem android lainnya. Inilah yang membuat file sistem pada Android mirip dengan file sistem pada sistem operasi berbasis Linux. Kernel yang digunakan adalah kernel Linux versi 2.6, dan versi 3.x pada Android versi 4.0 ke atas. Kernel ini berbasis monolithic.

Itulah sdikit gambaran tentang Android arsitektur. Lantas apa yang dimaksud dengan reusable di sini? Reusable berarti komponen-komponen yang ada pada aplikasi Android bisa kita pakai ketika kita membutuhkannya. Khususnya komponen-komponen pada layer pertama dan kedua. Misalnya kita ingin membuat sebuah web browser sederhana, maka kita hanya perlu menginstanstiasi kelas WebKit browser yang berfungsi untuk menampilkan web page
Share:
Powered by Blogger.

Online

files

Mengenai Saya

Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail